SINDO edisi kamis, 5 July 2007
Hal 35, Kesehatan
Bangkok – Satu miliar orang pada abad ini diperkirakan akan meninggal akibat tembakau. Namun, hal itu bisa dicegah jika pemerintah baik di negara kaya maupun di negara miskin serius dalam hal larangan merokok.
Kepala Tobbaco Free Initiative WHO, Douglas Bettchee mengatakan, saat ini langkah preventif yang bisa diambil oleh pemerintah adalah seperti memberlakukan pajak yang tinggi, atau membuat kantor dan sarana umum yang bebas rokok. Dengan hal itu maka orang yang meninggal akibat rokok akan berkurang setengahnya pada tahun 2050, selain itu sedikitnya 200 juta nyawa dapat terselamatkan.
“Tembakau merupakan produk yang tidak sempurna. Membunuh setengah dari penikmatnya.” Ungkap Douglas Bettcher, Kepala Tobbaco Free Initiative WHO, pada pembukaan Konferensi Internasional di Bangkok.
“Tembakau membunuh lebih dari 5,4 juta orang setiap tahunnya dan setengahnya di negara berkembang tercatat meninggal dunia” tambahnya. Saat ini tingkat konsumsi rokok naik di Negara-negara berkembang terutama pada remaja.
Sementara itu menurut Framework Convention Alliance (FAC), salah satu dari sekian banyak kelompok anti tembakau, menyebutkan sekitar 600 miliar rokok diselundupkan pada tahun 2006—atau sekitar 11 persen dari konsumsi dunia.(rtr/mg 7)


Yang ini juga...